SUKOHARJO – Di Desa Parangjoro, irama cangkul yang bersahut-sahutan selama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo menjadi lebih dari sekadar bunyi kerja. Ia adalah renungan bahwa gotong royong tidak pernah benar-benar mati.
Di area pengadukan bahan bangunan, warga dan prajurit laksana satu kesatuan. Tidak ada sekat; semua berperan sesuai kemampuan, menciptakan suasana akrab dan penuh semangat.
Momentum itu kembali terlihat pada Rabu (29/7/2026). Irama cangkul yang bersahut-sahutan seakan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan selalu diawali oleh kekompakan banyak pihak.
Keteladanan para prajurit yang bekerja tanpa pamrih membuat masyarakat tergerak. Gotong royong yang sempat meredup kembali hidup karena melihat langsung tindakan nyata di lapangan.
Ketika nanti talud dan fasilitas umum rampung, yang tersisa bukan hanya beton. Hubungan erat antara warga dan prajurit adalah warisan sosial yang nilainya jauh lebih panjang daripada usia bangunan itu sendiri.(Red/Ap).
